Senin, 12 November 2012
Kamis, 27 September 2012
tugas
Karakteristik (Ciri) Dasar Pemodelan Berorientasi Objek
Sistem
berorientasi objek berfokus untuk menangkap struktur dan perilaku dari
sistem informasi dalam modul kecil yang mencakup baik data dan proses.
Modul-modul kecil ini dikenal sebagai objek. Metodologi pengembangan
sistem berorientasi objek mempunyai tiga karakteristik utama : Enkapsulasi, Inheritance dan Polmorfisme
- Enkapsulasi
- Encapsulation merupakan dasar untuk pembatasan ruang lingkup program terhadap data yang diproses.
- Data dan prosedur atau fungsi dikemas bersama-sama dalam suatu objek, sehingga prosedur atau fungsi lain dari luar tidak dapat mengaksesnya.
- Data terlindung dari prosedur atau objek lain, kecuali prosedur yang berada dalam objek itu sendiri.
Dalam
sebuah objek yang mengandung variabel-variabel dan method-method, dapat
ditentukan hak akses pada sebuah variabel atau method dari objek.
Pembungkusan variabel dan method dalam sebuah objek dalam bagian yang
terlindungi inilah yang disebut dengan enkapsulasi. Jadi, enkapsulasi
dapat diartikan sebagai bungkusan ( wrapper ) pelindung program dan
data yang sedang diolah. Pembungkus ini mendefinisikan perilaku dan
melindungi program dan data yang sedang diolah agar tidak diakses
sembarangan oleh program lain.
Manfaat dari proses enkapsulasi adalah :
- Modularitas: kode sumber dari sebuah objek dapat dikelola secara independen dari kode sumber objek yang lain.
- Information Hiding:karena kita dapat menentukan hak akses sebuah variabel/method dari objek, dengan demikian kita bisa menyembunyikan informasi yang tidak perlu diketahui objek lain.
Enkapsulasi
Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam
dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak, hanya metode dalam objek
tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek
mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat
berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan
tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.
Contoh Enkapsulasi:
Misal NRP dari siswa-siswaI T2 : range 1-10.
•Jika NRP tidak dienkapsulasi:
- Siswa dapat memasukkan sembarang nilai, sehingga perlu melakukan penyembunyian informasi (nformation hiding) thd atribut nrp, sehingga nrp tidak bisa diakses secara langsung.
•Lalu, kalauatributnrptersebutdisembunyikan,
Bagaimana cara mengakses atribut nrp itu untuk memberikan atau mengubah nilai?.
- Perlu suatu interface untuk mengakses data, yang berupa method dimana didalamnya terdapat implementasi untuk mengakses data nrp.
- Ø Inheritance (Pewarisan)
Inheritance
adalah proses pewarisan data dan method dari suatu kelas kepada kelas
yang lain. Pewarisan ini bersifat menyeluruh, sehingga semua data dan
method yang dimiliki oleh kelas asalnya akan diturunkan kepada kelas
baru. Kelas yang mewarisi disebut kelas “SUPER (super class)” dan kelas
yang diwarisi disebut “SUBKELAS (sub class)”. Class dapat didefinisikan
dengan referensi pada class yang lain yang telah terdefinisi. Inheritance merupakan pewarisan atribut dan method pada sebuah class yang diperoleh dari class yang telah terdefinisi tersebut. Setiap subclass akan mewarisi state ( variabel-variabel ) dan behaviour ( methodmethod) dari superclass-nya. Subclass kemudian dapat menambahkan state dan behaviour baru yang spesifik dan dapat pula memodifikasi ( override ) state dan behaviour yang diturunkan oleh superclass-nya.
Contoh Inheritance:
- Sedan dan Sepeda Motor adalah subkelas dari Kendaraan Bermotor.
- Kedua subkelas mewarisi sifat yang dimiliki oleh Kendaraan Bermotor, yaitu mempunyai mesin dan dapat berjalan.
- Kedua subkelas mempunyai sifat masing-masing yang berbeda, misalnya jumlah roda, dan kemampuan untuk berjalan mundur yang tidak dimiliki oleh sepeda motor.
Keuntungan dari inheritance adalah :
ü Subclass menyediakan state/behaviour yang spesifik yang membedakannya dengan superclass, hal ini akan memungkinkan programmer Java untuk menggunakan ulang source code dari superclass yang telah ada.
ü Programmer Java dapat mendefinisikan superclass khusus yang bersifat generik, yang disebut abstract class, untuk mendefinisikan class dengan behaviour dan state secara umum.
Istilah dalam inheritance yang perlu diperhatikan :
- Extends
Keyword ini harus kita tambahkan pada definisi class yang menjadi subclass.
- Superclass
Superclass digunakan untuk menunjukkan hirarki class yang berarti class dasar dari subclass/class anak.
- Subclass
Subclass adalah class anak atau turunan secara hirarki dari superclass.
- Super
Keyword ini digunakan untuk memanggil konstruktor dari superclass atau menjadi variabel yang mengacu pada superclass.
- Methode Overriding
Pendefinisian ulang method yang sama pada subclass.
Inheritas
Mengatur polimorfisme dan enkapsulasi dengan mengijinkan objek
didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah
ada – objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka
tanpa haru mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa
berbasis-objek tidak selalu memiliki inheritas).
- Polimorfisme
Kata polimorfisme yang
berarti satu objek dengan banyak bentuk yang berbeda, adalah konsep
sederhana dalam bahasa pemrograman berorientasi objek yang berarti
kemampuan dari suatu variabel referensi objek untuk memiliki aksi
berbeda bila method yang sama dipanggil, dimana aksi method tergantung
dari tipe objeknya. Kondisi yang harus dipenuhi supaya polimorfisme dapat diimplementasikan adalah :
- Method yang dipanggil harus melalui variabel dari basis class atau superclass.
- Method yang dipanggil harus juga menjadi method dari basis class.
- Signature method harus sama baik pada superclass maupun subclass.
- Method access attribute pada subclass tidak boleh lebih terbatas dari basis class.
Polimorfisme
merupakan dua kelas yang diturunkan dari satu kelas mempunyai metode
sama tetapi implementasinya berbeda. Polimorfisme Merupakan kemampuan
suatu objek untuk mengungkap banyak hal melalui satu cara yang sama.
Sebagai contoh, terdapat kelas A yang diturunkan menjadi kelas B,C dan
D. Dengan konsep polimorfisme, kita dapat menjalankan method-method yang
terdapat pada kelas B,C dan D hanya dari objek yang di instansiasi
dengan kelas A. Polimorfisme sering dinamakan dengan dynamic binding,
late binding, maupun runtime binding.
Contohnya,
bila sebuah burung menerima pesan “gerak cepat”, dia akan menggerakan
sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia
akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan
yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Dibanding
dengan pemograman tradisional lainnya, OOP memiliki keunggulan yaitu
objek bisa digunakan berulang-ulang pada aplikasi yang berbeda dan oleh
teknologi yang berbeda.
ERD(Entity Relationship Diagram)
ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.
ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol.
Kamis, 22 Maret 2012
Selasa, 21 Februari 2012
Kamis, 02 Februari 2012
Selasa, 27 Desember 2011
Selasa, 13 Desember 2011
Langganan:
Postingan (Atom)







